Selasa, 01 September 2015

Hey everyone, tonight i'll tell you a creepy story that will give you a nightmare. Don't worry, ceritanya pakai bahasa indonesia kok bukan inggris. Sekilas saja, ini bercerita tentang kekuatan pikiran yang mampu mencelakai orang lain, mendapatkan sesuatu, atau membuat sesuatu hal yang tidak mungkin, seperti makhluk hidup(?), tentu biasanya hanya akan ada di dalam pikiran kita. Tapi, bagaimana jika apa yang kita pikirkan itu keluar dari pikiran dan menjadi hidup tanpa kita sadari.... :O


Makhluk Ciptaan Pikiran


            Aku bukan pencita hal yang mistis, tidak seperti Roge adikku. Di hidupnya yang aneh, dia tahu berbagai macam buku, permainan, tempat yang pokoknya judulnya mistis. Kali ini ia memberitahuku cara membuat makhluk hidup ciptaan pikiran. Aneh-aneh saja adikku satu ini.
            “Iya, aku akan mencobanya. Caranya memang agak susah. Tapi aku pasti bisa. Aku akan membuat anjing. Nanti, aku kasih nama Orge,” katanya di suatu pagi. Aku yang tidak beminat mendengar khayalannya hanya bisa mengiyakan.
            “Terserah. Tapi jangan sangat mengganggu kehidupan orang lain.”
            “Tenang, aku buatnya di kehidupanku sendiri, pas tidur.”
            Aku hanya mengangguk, benar-benar, bagaimana ia bisa menjadi adikku? Hari berganti hari. Ada hal yang tidak biasa di kamar yang ku tempati bersama adikku. Bayangan hitam yang berada di luar jendala kamar. Kamarku berada di lantai 2 dan tidak mungkin juga itu bayangan pohon. Bayang itu mirip anjing, ya anjing herder tepatnya. Segera ku tanya adikku.
            “Proyekmu berhasil?”
            “Proyek apa?”
            “Yang kau bilang beberapa hari yang lalu.”
            “Oh itu, iya donk. Kok kakak bisa lihat? Kayaknya cuma ada 2 orang yang bisa lihat dia. Ah… Kakak pasti lihat prosesnya ya??”
            “Kamu ini, ya enggaklah. Kok katamu ada 2 orang?”
            “Iya kak. Di dunia ini, sangat mungkin 2 orang bahkan lebih bisa memikirkan hal yang sama dan pada saat yang sama.”
            “Jadi kalian berdua penciptanya. Berarti cuma ada 1 anjing. Kok dia bisa ada sama kamu?”
            “Pencipta yang kedua itu jahat. Untung aku berhasil menyelamatkannya. Ia berencana membunuh Orge. Kalau kakak tanya kok kandangnya ada di luar jendela karena kamar kita sempit.”
            Aku tetap bingung meskipun sudah dijelaskan panjang lebar. Akhirnya ku putuskan dia hanya mengarang indah dan segera melupakannya. Ternyata kejadian aneh tidak hanya sampai di situ. Pada suatu malam, aku memimpikan suatu hal yang berkaitan dengan Orge. Di mimpiku, aku sedang berada di kamarku. Cahaya sangat minim di sana, tapi aku bisa melihat adikku sedang memeluk Orge dengan sangat sedih. Tiba-tiba terdengar suara tembakan.
            DOR
            Aku kaget bukan main. Segera aku teriak memanggil adikku. Dengan suara berbisik ia meminta ku tetap tenang, atau mungkin orge, anjing yang melas itu untuk tenang. Kembali terdengar suara tembakan.
DOR
Orge segera melepaskan diri dan berlari keluar jendela. Jangan tanya mengapa ia keluar. Segera setelah ia keluar, menyusul suara tembakan dan suara tawa seoraang pria dengan agak berat. Segera aku menutup mukaku dengan bantal.
Aku terkejut, saat aku membuka mata, bantal yang seharusnya ada di mukaku, sekarang ada di bawah kepalaku dan hari pun sudah pagi. Ku kira ini hanya mimpi anehku. Tapi saatku lihat adikku, ia tampak sedih dan lemas. Aku masih takut melihat jendela. Jadi aku segera mengambil handuk dan mandi.
“Andi, Roge, ayo cepat!” Seru ayah kami dari depan rumah. Saat hendak menghampiri ayah, aku melihat pembantu kami Pak Bemtun sedang mengelap jendela kami.
“Tumben ngelap jendela kamar kami, Pak Bem.”
“Iya ada bercak darah agak banyak.” Katanya sambil terus mengelap.
“Darah?” Aku amat heran.
“Iya, darah hewan kayaknya.”
“Ooo…” Seru sambil berusaha menyembunyikan rasa terkejutku dan segera menaiki motor ayahku. Selama perjalanan aku merasa antara bingung dan kosong. Aku tidak mengerti.

Natasya Citra - IXC
Narasumber: Suatu tulisan dalam buku tua

1 komentar: