Yo, What's Up.. Welcome Back.
Satpam Memang Ga Asing.. Ada Satpam yang Ngeselin! Ada juga yang Bersahabat..
Kalau Satpam yang Ini? Simak Ceritanya
Hanya Karna Pen?
Malam ini, Tugasku sangat menumpuk, aku harus mengerjakannya di kampusku, agar saat pulang rumah aku bisa tidur dengan pulas tanpa ada hambatan, aku ditemani temanku.. Diana, Satpam sekolah kami Pak Retno, Bertanya
"Sudah malam, belum pulang non?"
Aku menjawab "Belum pak, tugasnya banyak nih.."
"Ya sudah, bapak berjaga jaga saja disini sampai kalian selesai"
"Makasih pak.. maaf merepotkan"
Kampusku memang terkenal ankernya, tapi karna kehadiran pak Retno dan sahabatku, aku tidak perlu merasa takut.. Tugasku masih banyak, tapi aku sangat mengantuk..
"Ngantuk non? Saya buatin Teh anget dulu.. Tunggu sebentar tidak apa kan?" Tanya pak Retno
"Gapapa kok pak.. iya pak, makasih banyak ya"
Beberapa menit kemudian pak Retno kembali, dengan tangan kosong dan muka merah padam, Dia hanya tersenyum menatapku, tapi aku tau.. tatapannya itu kosong tanpa makna..
Tiba-tiba Aku terkejut karna pen temanku jatuh..
"Huh, mengejutkan saja"
Setelah Diana mengambil pennya, ia mulai membereskan barangnya, dengan muka pucat pasi, seperti menahan sesuatu yang mencekam.. Hahh ada ada saja
"Sudah selesai? Cepat banget"
"Aku pulang dulu.."
"Kenapa emangnya?"
"Jatuhkan penmu dan kamu akan mengerti, selamat malam"
Ia Berlari kecil sebelum meninggalkanku sendiri dengan lampu redup dan pak Retno
Aku pun menjatuhkan penku, Tapi, kaki satpam itu tidak ada, ia seperti satpam yang melayang seperti dalam film aladin, Aku menahan teriakkanku, dan mencoba tenang, tapi jantungku yang berdetak kencang tidak dapat kutahan lagi.. Aku buru2 membereskan barang2ku dan mulai berjalan dengan tenang sambil berbicara ke pak Retno untuk pamit, tapi sebelum aku mengeluarkan kata kataku, ia berbicara duluan dengan suara kecil dan serak yang hampir tidak dapat ku dengar dengan jelas.
"Sudah selesai? baru jam 11.13 loh ini.."
Rasanya jantungku akan copot, dia tidak memiliki jam di kantung ataupun pergelangan tangannya, dan tidak ada jam di ruangan itu, bagaimana ia bisa tau?
"Sudah selesai kok pak, saya pamit dulu ya pak, hehe.. makasih"
Belum sempat aku melangkah ia menahan pundakku dan berbisik
"Sudah selesai atau sudah tau?"
Hanzen - IX C
Sumber : Mungkin ini menyeramkan bagimu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar